SPRING DAY
#1
- Jeon Jungkook
- Im Seongjo (as you)
- other cast
Author
Lia Im
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
-author pov
“heish eomma!” seongjo tertawa melihat
tingkah eommanya
“wae? Palli masuk,”
“iya,sabar. Seongjo tau eomma,”
“palli,jangan pikirkan namja ganteng. Karena namja
itu milik eomma,”
“hiya?! Eomma! Nanti aku bilang ke appa,” seongjo
mempoutkan bibirnya ke ibunya itu.
“ne,ne. mian. Palli, jangan kecewakan eomma dihari
pertamamu,” kata eomma tersenyum
“heish,arraseo.arraseo,” seongjo menbenarkan tali
tas ranselnya
“ne, annyeong uri dal!” eomma seongjo masuk kedalam
mobil
“ne,eomma annyeong. Hati-hati,”
“ne.” mobil seongjo berjalan
Seongjo masuk kegedung sekolahnya, ya hari ini
adalah Pembukaan Tahun Ajaran baru. Dia baru masuk sebagai Hoobae karena dia 1
sma
“Im
Seongjo!”
“hmm?” seongjo manglik. “Im Seongjo!” sahabat yang
paling dirindukannya itu datang. “hei? Kau disini juga?” tanya seongjo
“iya,” temannya itu gembira. “aku senang,
mireul-ssi.”
“nadoyo,”
~
Seongjo duduk disamping mireul, tepatnya dua dari
depan. Bangkunya kebanyakan masih kosong karena murid-murid belum sepenuhnya
datang.
Disamping Seongjo, duduk seorang namja yang memakai
headset ditelinganya
Seongjo hanya mengabaikannya, jika dia berkenalan,
mungkin Seongjo akan menganggu ketenangan namja itu.
~
Jungkook diam-diam menatap Seongjo..
Dia rindu gadis itu, dia gadis yang dirindukannya 2
tahun yang lalu.
Seongjo menatap jungkook balik, “Emmm.. Annyeong?”
seongjo mengulurkan tangannya. Jungkook membalasnya, “aku Im Seongjo,” seongjo
tersenyum manis ke Jungkook. “Jeon Jungkook,” jungkook hanya membalasnya dengan
senyuman kecut.
“Eoh? Namanya seperti tidak asing.” Seongjo duduk
tegak menatap papan tulis
‘aku merindukan mu,seongjo..’ jungkook menahan rasa
sakit yang ia pendam dalam hatinya. “IM SEONGJO!!!” seongjo menengok
“Yuna?!” seongjo berdiri dan memeluk yuna. Yuna
adalah sahabat nya. Seongjo, Yuna dan Mireul adalah sahabat sejak mereka masih dikandungan ibunya.
Tak lama, mireul datang. Lalu mereka bertiga
mengobrol
“Bagaimana studimu di Australia 2 tahun yang lalu?”
“wah.. aku tidak menyangka, kalian masih ingat.”
Seongjo tersenyum. Diam-diam Jungkook mematikan lagunya.
“yaiyalah, siapa bilang kita lupa.” Kata yuna.
Mereka semua saling tertawa, bertukar senyum serta melepas rindu.
~
Seongjo duduk disofa ruang tamu,”bagaimana
sekolahmu?” eommanya datang membawa secangkir the yang sudah kosong.
“heish,eomma! Kau mengaggetkanku saja,” seongjo mempoutkan bibirnya lagi.
“jadi..bagaimana hari pertamanya? Jangan bilang itu
sangat buruk bagimu,” eomma seongjo menyetel channel televisi kesukaan seongjo.
“Sangat baik! Eomma..hoksi..”
“hoksi mwo?”
“hoksi.. neo yuna geurigo mireul-ssi gieokhago-yo?”
“hah? Yuna gwa mireul? Keutchi! Eomma baru bertemu
ibu mereka tadi pagi.”
“jinjja? Kenapa eomma ga bilang?”
“Kalau eomma bilang mungkin akan menganggu kamu,”
“anni..justru aku lega jika aku mendengarnya.
Berarti mereka tidak lupa dengan kita,”
“ya,eomma juga berfikir sama.”
~
“aduh dek! Kamu lama banget sih,”
“bentar kak, ini tinggal satu lagi.”
“kamu gatau kakak gimana?”
“aku juga lebih kak!”
“bentar-bentar! Cepetan! Kakak udah telat!”
“changkyun! Kamu gaboleh gitu sama seongjo, kamu ga
liat mulutnya udah penuh gitu? Kamu juga gamau kan kalo makan disuruh cepetan?”
appa seongjo muncul dan memberi air putih ke seongjo.
“gomawo, appa.”seongjo tersenyum
“yaudah! Palli,” changkyun masuk kedalam mobil sedangkan
seongjo sedang pamit
~
“Jungkook-ssi..”
“ne,”
“apa kamu liat penghapus papan tulis? Aku ingin
membersihkan,”
“dimeja guru,” jawab jungkook singkat
Dia kembali membesarkan volume lagunya yang
bergenre slow tersebut.
‘Snowflakes
are falling
Getting
farther away
I miss you
(I miss you)
I miss you
(I miss you)
How much
more do I have to wait?
How many
more nights do I have to stay up?
Until I can
see you? (until I can see you?)
Until I can
meet you? (until I can meet you?)’
~
*flashback 2 tahun yang lalu
Sudah dua hari ini bangku seongjo kosong,namja
kelas 2 SMP itu memandang bangku seongjo.
“Ssaem Datang!” suasana mendadak sepi.
Seorang wanita berdiri tegak menghadap 22 muridnya.
“Annyeonghaseyo, haksaeng.” Suara wanita itu
mendadak kecil
“ne,annyeong.” Balas semua murid
“Ssaem punya kabar tidak baik untuk kalian,”
Guru itu menunduk lemas, “Hari ini, Seongjo pindah
ke Australia.”
Semua murid mendadak berisik
Sebagian ada yang sedih dan sebagian ada yang tidak
percaya.
“apakah kau berbohong, Hyejin ssaem?”
“tidak, aku tidak berbohong. Jam 7 pagi tadi,
Pesawat seongjo sudah terbang ke Bandara Australia,”
“benarkah?”
“ya..dia menitipkan pesan pada ssaem untuk kalian
semua membuka loker sekarang.”
Semua murid berdiri dan membuka loker masing-masing.
Seisi kelas menangis membacanya.
Jungkook menitikkan air matanya
‘Annyeong,
Jungkook-ssi.
Hah..mustahil
ya rasanya? Tiba-tiba aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal pada dirimu.
Tetapi..inilah jalan yang terbaik untukku.
Soljikhi..
berat rasanya meninggalkanmu. Mengingat masa-masa indah yang kita buat bersama.
Tapi..kuharap. kau tidak marah ataupun sedih akan kepergianku.
Aku sangat
merindukanmu, aku akan datang menemuimu di salju turun pertama kali.
Tunggu aku!
Aku mencintaimu, jungkook-ah.
Salam,
Im Seongjo’
Jungkook menangis kejar. Dia tak mau kehilangan
Seongjo.
Seongjo lah yang mengisi kesuraman hidupnya.
Jungkook menangis sendu.
Dia sangat merindukan seongjo.
~
[Dia dirawat jung, dia koma.]
"apa?"
[iya, kemarin dia tidak sadarkan diri.]
"Dia belum juga sadar?"
[belum jung.]
“lalu, bagaimana keadaanmu hyung?”
[aku baik-baik saja. Aku harus menjaga seongjo.]
“kabari aku jika ada sesuatu ya,hyung.”
[ne jung. Aku matikan ya, annyeong.]
“ne, hyung.”
~
#2 hari kemudian
“Hati-hati dijalan Jeon Jungkook!”
Semua teman-temannya memberikan senyuman manis ke
Jungkook
Pasalnya, sebulan lagi, Jungkook akan mengikuti
Perlombaan di Daegu.
Jadi..dia harus naik kereta untuk sampai ke Daegu.
“gomawoyo,” jungkook membalas senyuman
teman-temannya itu
Jungkook pun masuk kedalam kereta.
Butuh perjalanan panjang untuk sampai di Daegu.
Jika naik bis, dia akan menaiki beberapa kali bis
untuk sampai di Daegu.
Jungkook melihat kejendela
‘Past the
end of this cold winter
Until the
spring comes again
Until the
flowers bloom again
Stay there
a little longer
Stay there’
Jungkook berhenti menyanyi, salju turun.
Jungkook lupa, bulan ini memang bulan natal
Jungkook termenung diruangan itu sendirian.
Dia ingat janji Seongjo akan salju turun pertama
kali.
Dia menitikkan air matanya
~
Jungkook berjalan kecil menyusuri ruko di Daegu.
Lalu dia berhenti setelah melihat seorang yeoja
yang mirip dengan yeoja yang ia rindukan, Seongjo.
Diam-diam jungkook mengikuti yeoja itu masuk
kedalam ruko yang menjual hoodie. Yeoja itu sendirian.
“Im Seongjo!” seorang laki-laki menghampiri yeoja
itu. Betul dugaan jungkook, dia yakin seongjo tak akan lupa dengan janjinya.
“ne,mwoya oppa?”
‘oppa?’ pikir jungkook dalam hati.
“kajja, eomma sudah menunggu kita. Palliwa,”
“ne,” yeoja itu membayar belanjaannya.
Jungkook terus mengikuti yeoja itu, “oppa.”
“ne?”
“aku ingat, sepertinya aku pernah punya janji
dengan seseorang,”
“janji apa?”
“janji jika aku akan menemui dia dalam salju yang
turun pertama kali,”
“dengan siapa?”
“aku tak yakin, aku tak bisa mengingatnya.”
TO BE COUNTINUED

Tidak ada komentar:
Posting Komentar