Minggu, 16 April 2017

SPRING DAY [FF Jungkook BTS] CHAPTER 1

SPRING DAY
#1 

- Jeon Jungkook 
- Im Seongjo (as you)
- other cast

Author 
Lia Im
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-author pov
“heish eomma!” seongjo tertawa melihat tingkah eommanya
“wae? Palli masuk,”
“iya,sabar. Seongjo tau eomma,”
“palli,jangan pikirkan namja ganteng. Karena namja itu milik eomma,”
“hiya?! Eomma! Nanti aku bilang ke appa,” seongjo mempoutkan bibirnya ke ibunya itu.
“ne,ne. mian. Palli, jangan kecewakan eomma dihari pertamamu,” kata eomma tersenyum
“heish,arraseo.arraseo,” seongjo menbenarkan tali tas ranselnya
“ne, annyeong uri dal!” eomma seongjo masuk kedalam mobil
“ne,eomma annyeong. Hati-hati,”
“ne.” mobil seongjo berjalan

Seongjo masuk kegedung sekolahnya, ya hari ini adalah Pembukaan Tahun Ajaran baru. Dia baru masuk sebagai Hoobae karena dia 1 sma
  “Im Seongjo!”
“hmm?” seongjo manglik. “Im Seongjo!” sahabat yang paling dirindukannya itu datang. “hei? Kau disini juga?” tanya seongjo
“iya,” temannya itu gembira. “aku senang, mireul-ssi.”
“nadoyo,”
~
Seongjo duduk disamping mireul, tepatnya dua dari depan. Bangkunya kebanyakan masih kosong karena murid-murid belum sepenuhnya datang.
Disamping Seongjo, duduk seorang namja yang memakai headset ditelinganya
Seongjo hanya mengabaikannya, jika dia berkenalan, mungkin Seongjo akan menganggu ketenangan namja itu.
~
Jungkook diam-diam menatap Seongjo..
Dia rindu gadis itu, dia gadis yang dirindukannya 2 tahun yang lalu.
Seongjo menatap jungkook balik, “Emmm.. Annyeong?” seongjo mengulurkan tangannya. Jungkook membalasnya, “aku Im Seongjo,” seongjo tersenyum manis ke Jungkook. “Jeon Jungkook,” jungkook hanya membalasnya dengan senyuman kecut.
“Eoh? Namanya seperti tidak asing.” Seongjo duduk tegak menatap papan tulis

‘aku merindukan mu,seongjo..’ jungkook menahan rasa sakit yang ia pendam dalam hatinya. “IM SEONGJO!!!” seongjo menengok
“Yuna?!” seongjo berdiri dan memeluk yuna. Yuna adalah sahabat nya. Seongjo, Yuna dan Mireul adalah sahabat sejak mereka  masih dikandungan ibunya.

Tak lama, mireul datang. Lalu mereka bertiga mengobrol
“Bagaimana studimu di Australia 2 tahun yang lalu?”
“wah.. aku tidak menyangka, kalian masih ingat.” Seongjo tersenyum. Diam-diam Jungkook mematikan lagunya.
“yaiyalah, siapa bilang kita lupa.” Kata yuna. Mereka semua saling tertawa, bertukar senyum serta melepas rindu.
~
Seongjo duduk disofa ruang tamu,”bagaimana sekolahmu?” eommanya datang membawa secangkir the yang sudah kosong. “heish,eomma! Kau mengaggetkanku saja,” seongjo mempoutkan bibirnya lagi.
“jadi..bagaimana hari pertamanya? Jangan bilang itu sangat buruk bagimu,” eomma seongjo menyetel channel televisi kesukaan seongjo. “Sangat baik! Eomma..hoksi..”
“hoksi mwo?”
“hoksi.. neo yuna geurigo mireul-ssi gieokhago-yo?”

“hah? Yuna gwa mireul? Keutchi! Eomma baru bertemu ibu mereka tadi pagi.”
“jinjja? Kenapa eomma ga bilang?”
“Kalau eomma bilang mungkin akan menganggu kamu,”
“anni..justru aku lega jika aku mendengarnya. Berarti mereka tidak lupa dengan kita,”
“ya,eomma juga berfikir sama.”
~
“aduh dek! Kamu lama banget sih,”
“bentar kak, ini tinggal satu lagi.”
“kamu gatau kakak gimana?”
“aku juga lebih kak!”
“bentar-bentar! Cepetan! Kakak udah telat!”

“changkyun! Kamu gaboleh gitu sama seongjo, kamu ga liat mulutnya udah penuh gitu? Kamu juga gamau kan kalo makan disuruh cepetan?” appa seongjo muncul dan memberi air putih ke seongjo.
“gomawo, appa.”seongjo tersenyum
“yaudah! Palli,” changkyun masuk kedalam mobil sedangkan seongjo sedang pamit
~
“Jungkook-ssi..”
“ne,”
“apa kamu liat penghapus papan tulis? Aku ingin membersihkan,”
“dimeja guru,” jawab jungkook singkat
Dia kembali membesarkan volume lagunya yang bergenre slow tersebut.


‘Snowflakes are falling
Getting farther away
I miss you (I miss you)
I miss you (I miss you)
How much more do I have to wait?
How many more nights do I have to stay up?
Until I can see you? (until I can see you?)
Until I can meet you? (until I can meet you?)’

~
*flashback 2 tahun yang lalu

Sudah dua hari ini bangku seongjo kosong,namja kelas 2 SMP itu memandang bangku seongjo.
“Ssaem Datang!” suasana mendadak sepi.
Seorang wanita berdiri tegak menghadap 22 muridnya.
“Annyeonghaseyo, haksaeng.” Suara wanita itu mendadak kecil

“ne,annyeong.” Balas semua murid
“Ssaem punya kabar tidak baik untuk kalian,”
Guru itu menunduk lemas, “Hari ini, Seongjo pindah ke Australia.”
Semua murid mendadak berisik
Sebagian ada yang sedih dan sebagian ada yang tidak percaya.

“apakah kau berbohong, Hyejin ssaem?”
“tidak, aku tidak berbohong. Jam 7 pagi tadi, Pesawat seongjo sudah terbang ke Bandara Australia,”
“benarkah?”
“ya..dia menitipkan pesan pada ssaem untuk kalian semua membuka loker sekarang.”
Semua murid berdiri dan membuka loker masing-masing.

Seisi kelas menangis membacanya.
Jungkook menitikkan air matanya
‘Annyeong, Jungkook-ssi.
Hah..mustahil ya rasanya? Tiba-tiba aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal pada dirimu. Tetapi..inilah jalan yang terbaik untukku.
Soljikhi.. berat rasanya meninggalkanmu. Mengingat masa-masa indah yang kita buat bersama. Tapi..kuharap. kau tidak marah ataupun sedih akan kepergianku.
Aku sangat merindukanmu, aku akan datang menemuimu di salju turun pertama kali.
Tunggu aku! Aku mencintaimu, jungkook-ah.

Salam,
Im Seongjo’

Jungkook menangis kejar. Dia tak mau kehilangan Seongjo.
Seongjo lah yang mengisi kesuraman hidupnya.
Jungkook menangis sendu.
Dia sangat merindukan seongjo.

~


[Dia dirawat jung, dia koma.]
"apa?"
[iya, kemarin dia tidak sadarkan diri.]
"Dia belum juga sadar?"
[belum jung.]
“lalu, bagaimana keadaanmu hyung?”
[aku baik-baik saja. Aku harus menjaga seongjo.]
“kabari aku jika ada sesuatu ya,hyung.”
[ne jung. Aku matikan ya, annyeong.]
“ne, hyung.”


~


#2 hari kemudian
“Hati-hati dijalan Jeon Jungkook!”
Semua teman-temannya memberikan senyuman manis ke Jungkook
Pasalnya, sebulan lagi, Jungkook akan mengikuti Perlombaan di Daegu.
Jadi..dia harus naik kereta untuk sampai ke Daegu.
“gomawoyo,” jungkook membalas senyuman teman-temannya itu

Jungkook pun masuk kedalam kereta.
Butuh perjalanan panjang untuk sampai di Daegu.
Jika naik bis, dia akan menaiki beberapa kali bis untuk sampai di Daegu.
Jungkook melihat kejendela

‘Past the end of this cold winter
Until the spring comes again
Until the flowers bloom again
Stay there a little longer
Stay there’

Jungkook berhenti menyanyi, salju turun.
Jungkook lupa, bulan ini memang bulan natal
Jungkook termenung diruangan itu sendirian.

Dia ingat janji Seongjo akan salju turun pertama kali.
Dia menitikkan air matanya

~

Jungkook berjalan kecil menyusuri ruko di Daegu.
Lalu dia berhenti setelah melihat seorang yeoja yang mirip dengan yeoja yang ia rindukan, Seongjo.
Diam-diam jungkook mengikuti yeoja itu masuk kedalam ruko yang menjual hoodie. Yeoja itu sendirian.

“Im Seongjo!” seorang laki-laki menghampiri yeoja itu. Betul dugaan jungkook, dia yakin seongjo tak akan lupa dengan janjinya.
“ne,mwoya oppa?”
‘oppa?’ pikir jungkook dalam hati.

“kajja, eomma sudah menunggu kita. Palliwa,”
“ne,” yeoja itu membayar belanjaannya.
Jungkook terus mengikuti yeoja itu, “oppa.”
“ne?”
“aku ingat, sepertinya aku pernah punya janji dengan seseorang,”
“janji apa?”
“janji jika aku akan menemui dia dalam salju yang turun pertama kali,”

“dengan siapa?”
“aku tak yakin, aku tak bisa mengingatnya.”

TO BE COUNTINUED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar