Rabu, 17 Mei 2017

SPRING DAY [FF Jungkook BTS] CHAPTER 2

SPRING DAY [FF Jungkook BTS] Chapter 2



 
SPRING DAY
 #2

Cast :
- Jeon Jungkook
- Im Seongjo (as you)
- Other cast

Author :
Lia Im 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“dengan siapa?”
“aku tak yakin, aku tak bisa mengingatnya.”
Langkah jungkook terhenti, “tapi aku yakin, pasti dia adalah orang yang berjasa dalam hidupku.” Seongjo tersenyum pada kakaknya itu.
Seongjo dan kakaknya itu masuk kedalam sebuah mobil.

Jungkook menangis, dia berlari ke tempat pelatihannya lagi.
‘aku berjanji! Aku akan menang untukmu, Im Seongjo!’ benak jungkook dalam hatinya yang paling dalam

*flashback off

~

Seongjo tidur dikelas, dia memang sedikit tak enak badan
Jungkook masuk kekelas, dia awalnya kaget. Tapi dia berusaha kalem dihadapan seongjo
Dia duduk ditempat duduknya
Baru saja ingin memasang headset tiba-tiba seongjo bertanya.

“bagaimana jika..kita mempunyai janji tapi kita malah mengingkarinya?”
“kita harus berbicara pada orang itu.”
“yah,” seongjo menghela nafas
“memangnya kenapa?”

“jadi sekitar 2 tahun yang lalu, aku ingat aku punya janji dengan namja. Tapi aku lupa. Karena aku pernah kecelakaan dan aku amnesia. Aku bahkan tak tahu nama atau wajahnya,” seongjo mempoutkan bibirnya
“bagaimana jika orang itu ada diantara kita?” tanya jungkook
“hem?” seongjo menoleh karah jungkook

“aku akan meminta maaf karena telah mengingkari janjiku,” jawab seongjo tersenyum.
“oh,” jungkook memasang headset ditelinganya. Baru saja ingin menyalakan lagu,tiba-tiba seongjo bernyanyi dengan suara merdu

‘Snowflakes are falling
Getting farther away
I miss you (I miss you)
I miss you (I miss you)
How much more do I have to wait?
How many more nights do I have to stay up?
Until I can see you? (until I can see you?)
Until I can meet you? (until I can meet you?)’

“kau tahu darimana lagu itu?” tanya jungkook
“aku punya catatannya, dan aku pernah mendengarkannya bersama dengan namja yang kumaksud tadi.” Kata seongjo.
“oh,suaramu bagus.” Jungkook tersenyum. “gomawo,jungkook-ah!”

~
#2 bulan kemudian

Semua murid heboh dikelas
“ssaem datang!” Daehwi berlari ketempat duduknya.
“annyeonghaseyo, haksaeng.”
Ssaem mieun datang dan menyapa dengan senyum indahnya.
“Ssaem punya kabar gembira untuk kalian semua,”

Semua murid ribut
“Kita akan pergi ke Jeju!”
Semua murid senang.
“kapan ssaem?”
“kalau sekarang tanggal 5, 23 hari lagi tanggal berapa?”
“28!!!”
“kita akan pergi tanggal 28 juni ini!”
Semua murid ribut, mereka sudah merencanakan banyak konsep.

~

Sudah 3 hari ini seongjo tidak masuk, tak ada kabar juga.
Jungkook khawatir
Dia tidak mau kehilangan Seongjo untuk kedua kalinya.
Dia bertanya pada mireul dan yuna, sahabat seongjo
“kau tau seongjo kemana?”
“tidak, dia bahkan tidak mengabari kami juga.”

“kau tidak diberitahu?”
“iya, yuna dan aku tidak diberi kabar atau apapun oleh seongjo.”
“aku khawatir,” tatapan yuna mendadak sendu
“kau tau rumahnya seongjo tidak?”
“Tau! Jalan.xxx, nomor 17, Komplek xxx.” Jelas yuna
Jungkook berlari, “yak! Mau kemana kamu!” teriak mireul

~

“Im Seongjo!!”
“Seongjo!!”
Belum ada jawaban.
Jungkook terus menyerukan nama seongjo
“SEONGJO!!!” suara jungkook makin mengeras.

Jungkook menggedor gerbang rumah seongjo

Kriett..

“Jungkook? Apa yang kau lakukan?”
“kenapa kau tidak masuk?”
“memangnya kenapa?”
“kau akan ketinggalan pelajaran kook.”
“lebih baik jika tidak kehilanganmu.”
“hah?”
~
#keesokan harinya

Seongjo mengambil buku dilokernya
Dia menemukan buku catatan yang sudah agak usang dilokernya
Buku itu terbawa karena terselip diantara buku pengetahuan umum dan bahasa inggris terpadu miliknya.

Kelas masih sepi, dia membaca buku itu
Seongjo melihat sebuah tanda
Mungkin disitu ada peristiwa penting,pikirnya
Seongjo membaca note itu.


‘Im Seongjo
Tanggal 1 September
Saengil chukka, nae namchin-ah!
Aku akan selalu mencintaimu!
Semoga panjang umur dan sehat selalu. Saranghae!’

“aku punya namchin dulu?"

Seongjo kembali membuka halaman selanjutnya
“hei! Guru sudah datang!” daehwi tiba-tiba masuk diiringi 10 orang murid termasuk jungkook.
~
Seongjo pulang dengan perasaan gembira
Pasalnya nilai ulangan harian matematikanya paling tinggi dikelas
Dia bermaksud memberitahu ibunya

“eomma!”
“ne? buka sepatumu!”
“ne eomma, arraseo.”
Seongjo buru-buru membuka sepatunya dan memberikan kertas ulangan harian matematika yang tadi ia kerjakan.

“wah? Daebak! Nilaimu 100!”
Seongjo menyengir
“igeo, eomma buatkan kamu kesukaanmu. Bagaimana?”
“eomma! Kau tahu saja aku suka ayam bumbu,” seongjo mencium pipi ibunya.
“makan yang banyak, uri dal!”

“oh ya eomma, appa dan oppa dimana?”
“tunggu sebentar, eomma akan panggilkan mereka.”
“ne,” seongjo tersenyum
~
“annyeong,” sapa seongjo kejungkook
“annyeong,” sapa jungkook balik
“ah,aku telat.” Keluh seongjo

“telat? Bagaimana jika mulai besok pagi kita berangkat bareng?” tanya jungkook
“hah?” seongjo ga ngerti

TO BE COUNTINUED
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
guys, buat kalian yang nungguin episode berikutnya
kalian bisa nanya sama aku lewat instagram aku di
@kpoperskekinian_

bukan akun pribadi sih hehe:v
tapi gapapa :)
maaf kalo ceritanya jelek, ga nyambung dll
aku sendiri ga terlalu bagus kalo bikin ff hehe:v

yaiyalah, secara aku sibuk ngurusin rumah ama taeyong
eheh:v
yaudah itu aja sih salamnya
bye guys~

Minggu, 16 April 2017

SPRING DAY [FF Jungkook BTS] CHAPTER 1

SPRING DAY
#1 

- Jeon Jungkook 
- Im Seongjo (as you)
- other cast

Author 
Lia Im
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-author pov
“heish eomma!” seongjo tertawa melihat tingkah eommanya
“wae? Palli masuk,”
“iya,sabar. Seongjo tau eomma,”
“palli,jangan pikirkan namja ganteng. Karena namja itu milik eomma,”
“hiya?! Eomma! Nanti aku bilang ke appa,” seongjo mempoutkan bibirnya ke ibunya itu.
“ne,ne. mian. Palli, jangan kecewakan eomma dihari pertamamu,” kata eomma tersenyum
“heish,arraseo.arraseo,” seongjo menbenarkan tali tas ranselnya
“ne, annyeong uri dal!” eomma seongjo masuk kedalam mobil
“ne,eomma annyeong. Hati-hati,”
“ne.” mobil seongjo berjalan

Seongjo masuk kegedung sekolahnya, ya hari ini adalah Pembukaan Tahun Ajaran baru. Dia baru masuk sebagai Hoobae karena dia 1 sma
  “Im Seongjo!”
“hmm?” seongjo manglik. “Im Seongjo!” sahabat yang paling dirindukannya itu datang. “hei? Kau disini juga?” tanya seongjo
“iya,” temannya itu gembira. “aku senang, mireul-ssi.”
“nadoyo,”
~
Seongjo duduk disamping mireul, tepatnya dua dari depan. Bangkunya kebanyakan masih kosong karena murid-murid belum sepenuhnya datang.
Disamping Seongjo, duduk seorang namja yang memakai headset ditelinganya
Seongjo hanya mengabaikannya, jika dia berkenalan, mungkin Seongjo akan menganggu ketenangan namja itu.
~
Jungkook diam-diam menatap Seongjo..
Dia rindu gadis itu, dia gadis yang dirindukannya 2 tahun yang lalu.
Seongjo menatap jungkook balik, “Emmm.. Annyeong?” seongjo mengulurkan tangannya. Jungkook membalasnya, “aku Im Seongjo,” seongjo tersenyum manis ke Jungkook. “Jeon Jungkook,” jungkook hanya membalasnya dengan senyuman kecut.
“Eoh? Namanya seperti tidak asing.” Seongjo duduk tegak menatap papan tulis

‘aku merindukan mu,seongjo..’ jungkook menahan rasa sakit yang ia pendam dalam hatinya. “IM SEONGJO!!!” seongjo menengok
“Yuna?!” seongjo berdiri dan memeluk yuna. Yuna adalah sahabat nya. Seongjo, Yuna dan Mireul adalah sahabat sejak mereka  masih dikandungan ibunya.

Tak lama, mireul datang. Lalu mereka bertiga mengobrol
“Bagaimana studimu di Australia 2 tahun yang lalu?”
“wah.. aku tidak menyangka, kalian masih ingat.” Seongjo tersenyum. Diam-diam Jungkook mematikan lagunya.
“yaiyalah, siapa bilang kita lupa.” Kata yuna. Mereka semua saling tertawa, bertukar senyum serta melepas rindu.
~
Seongjo duduk disofa ruang tamu,”bagaimana sekolahmu?” eommanya datang membawa secangkir the yang sudah kosong. “heish,eomma! Kau mengaggetkanku saja,” seongjo mempoutkan bibirnya lagi.
“jadi..bagaimana hari pertamanya? Jangan bilang itu sangat buruk bagimu,” eomma seongjo menyetel channel televisi kesukaan seongjo. “Sangat baik! Eomma..hoksi..”
“hoksi mwo?”
“hoksi.. neo yuna geurigo mireul-ssi gieokhago-yo?”

“hah? Yuna gwa mireul? Keutchi! Eomma baru bertemu ibu mereka tadi pagi.”
“jinjja? Kenapa eomma ga bilang?”
“Kalau eomma bilang mungkin akan menganggu kamu,”
“anni..justru aku lega jika aku mendengarnya. Berarti mereka tidak lupa dengan kita,”
“ya,eomma juga berfikir sama.”
~
“aduh dek! Kamu lama banget sih,”
“bentar kak, ini tinggal satu lagi.”
“kamu gatau kakak gimana?”
“aku juga lebih kak!”
“bentar-bentar! Cepetan! Kakak udah telat!”

“changkyun! Kamu gaboleh gitu sama seongjo, kamu ga liat mulutnya udah penuh gitu? Kamu juga gamau kan kalo makan disuruh cepetan?” appa seongjo muncul dan memberi air putih ke seongjo.
“gomawo, appa.”seongjo tersenyum
“yaudah! Palli,” changkyun masuk kedalam mobil sedangkan seongjo sedang pamit
~
“Jungkook-ssi..”
“ne,”
“apa kamu liat penghapus papan tulis? Aku ingin membersihkan,”
“dimeja guru,” jawab jungkook singkat
Dia kembali membesarkan volume lagunya yang bergenre slow tersebut.


‘Snowflakes are falling
Getting farther away
I miss you (I miss you)
I miss you (I miss you)
How much more do I have to wait?
How many more nights do I have to stay up?
Until I can see you? (until I can see you?)
Until I can meet you? (until I can meet you?)’

~
*flashback 2 tahun yang lalu

Sudah dua hari ini bangku seongjo kosong,namja kelas 2 SMP itu memandang bangku seongjo.
“Ssaem Datang!” suasana mendadak sepi.
Seorang wanita berdiri tegak menghadap 22 muridnya.
“Annyeonghaseyo, haksaeng.” Suara wanita itu mendadak kecil

“ne,annyeong.” Balas semua murid
“Ssaem punya kabar tidak baik untuk kalian,”
Guru itu menunduk lemas, “Hari ini, Seongjo pindah ke Australia.”
Semua murid mendadak berisik
Sebagian ada yang sedih dan sebagian ada yang tidak percaya.

“apakah kau berbohong, Hyejin ssaem?”
“tidak, aku tidak berbohong. Jam 7 pagi tadi, Pesawat seongjo sudah terbang ke Bandara Australia,”
“benarkah?”
“ya..dia menitipkan pesan pada ssaem untuk kalian semua membuka loker sekarang.”
Semua murid berdiri dan membuka loker masing-masing.

Seisi kelas menangis membacanya.
Jungkook menitikkan air matanya
‘Annyeong, Jungkook-ssi.
Hah..mustahil ya rasanya? Tiba-tiba aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal pada dirimu. Tetapi..inilah jalan yang terbaik untukku.
Soljikhi.. berat rasanya meninggalkanmu. Mengingat masa-masa indah yang kita buat bersama. Tapi..kuharap. kau tidak marah ataupun sedih akan kepergianku.
Aku sangat merindukanmu, aku akan datang menemuimu di salju turun pertama kali.
Tunggu aku! Aku mencintaimu, jungkook-ah.

Salam,
Im Seongjo’

Jungkook menangis kejar. Dia tak mau kehilangan Seongjo.
Seongjo lah yang mengisi kesuraman hidupnya.
Jungkook menangis sendu.
Dia sangat merindukan seongjo.

~


[Dia dirawat jung, dia koma.]
"apa?"
[iya, kemarin dia tidak sadarkan diri.]
"Dia belum juga sadar?"
[belum jung.]
“lalu, bagaimana keadaanmu hyung?”
[aku baik-baik saja. Aku harus menjaga seongjo.]
“kabari aku jika ada sesuatu ya,hyung.”
[ne jung. Aku matikan ya, annyeong.]
“ne, hyung.”


~


#2 hari kemudian
“Hati-hati dijalan Jeon Jungkook!”
Semua teman-temannya memberikan senyuman manis ke Jungkook
Pasalnya, sebulan lagi, Jungkook akan mengikuti Perlombaan di Daegu.
Jadi..dia harus naik kereta untuk sampai ke Daegu.
“gomawoyo,” jungkook membalas senyuman teman-temannya itu

Jungkook pun masuk kedalam kereta.
Butuh perjalanan panjang untuk sampai di Daegu.
Jika naik bis, dia akan menaiki beberapa kali bis untuk sampai di Daegu.
Jungkook melihat kejendela

‘Past the end of this cold winter
Until the spring comes again
Until the flowers bloom again
Stay there a little longer
Stay there’

Jungkook berhenti menyanyi, salju turun.
Jungkook lupa, bulan ini memang bulan natal
Jungkook termenung diruangan itu sendirian.

Dia ingat janji Seongjo akan salju turun pertama kali.
Dia menitikkan air matanya

~

Jungkook berjalan kecil menyusuri ruko di Daegu.
Lalu dia berhenti setelah melihat seorang yeoja yang mirip dengan yeoja yang ia rindukan, Seongjo.
Diam-diam jungkook mengikuti yeoja itu masuk kedalam ruko yang menjual hoodie. Yeoja itu sendirian.

“Im Seongjo!” seorang laki-laki menghampiri yeoja itu. Betul dugaan jungkook, dia yakin seongjo tak akan lupa dengan janjinya.
“ne,mwoya oppa?”
‘oppa?’ pikir jungkook dalam hati.

“kajja, eomma sudah menunggu kita. Palliwa,”
“ne,” yeoja itu membayar belanjaannya.
Jungkook terus mengikuti yeoja itu, “oppa.”
“ne?”
“aku ingat, sepertinya aku pernah punya janji dengan seseorang,”
“janji apa?”
“janji jika aku akan menemui dia dalam salju yang turun pertama kali,”

“dengan siapa?”
“aku tak yakin, aku tak bisa mengingatnya.”

TO BE COUNTINUED